LEBAK, CNO – GOR Pasir Ona, Rangkasbitung, berubah fungsi pada Senin pagi, 21 September 2026. Jika biasanya riuh oleh peluit pertandingan, kali ini riuh oleh antrean pemeriksaan kesehatan.
Hampir 1.000 warga datang sejak pukul 07.00 WIB untuk mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) massal yang digelar Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kabupaten Lebak.
Mereka antre untuk cek tensi, gula darah, rontgen dada, hingga konsultasi risiko hipertensi dan diabetes. Gratis, cepat, dan tanpa harus ke Puskesmas.
“Sudah cek kesehatan? Jangan tunggu tubuh memberi alarm dulu,” begitu ajakan yang menggema dari panggung utama.
Banten Tembus 100 Persen
Gubernur Banten, Andra Soni, yang membuka langsung kegiatan tersebut, mengumumkan capaian membanggakan. Hingga 21 September 2026, sebanyak 5.934.010 warga Banten telah mengikuti program CKG.
Jumlah tersebut setara dengan 100,60 persen dari target dan menempatkan Banten di posisi 3 besar capaian tertinggi secara nasional.
“Ini bukan sekadar angka. Artinya 5,9 juta warga Banten kini tahu lebih awal kondisi kesehatannya,” ujar Andra Soni.
Ia menegaskan, CKG merupakan program prioritas yang sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto, bersama Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Lebak Capai 856 Ribu Jiwa
Bupati Lebak, H. Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, yang turut hadir, menyebut CKG adalah investasi jangka panjang untuk mencegah penyakit berat.
“Tujuannya satu, mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini, sebelum muncul gejala dan komplikasi,” kata Hasbi.
Di Kabupaten Lebak sendiri, cakupan CKG telah mencapai 57 hingga 67 persen atau sekitar 856 ribu jiwa.
Capaian ini didorong strategi jemput bola. CKG tidak lagi menunggu di Puskesmas, tapi hadir di sekolah, pasar, dan stadion seperti di GOR Pasir Ona.
Selain CKG, Banten juga mencatatkan penanganan TBC tertinggi nasional sebesar 62,4 persen, dengan tingkat keberhasilan pengobatan 91 persen.
Gubernur menutup dengan ajakan sederhana: “Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama.”
Di luar GOR, seorang ibu paruh baya asal Kalanganyar tersenyum memegang hasil pemeriksaan.
“Gratis, cepat, dekat. Kalau tahu begini, dari dulu saya cek,” ucapnya.
