Categories Daerah

Wabup Lebak di Hari Santri Nasional: Santri Harus Nasionalis Sekaligus Religius, Beasiswa Rp 1 Miliar Cair November

LEBAK, CNO – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, Rabu (22/10/2026).

Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Lebak memadati kawasan alun-alun. Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak hadir langsung memberikan apresiasi atas peran besar santri dalam menjaga keutuhan NKRI.

Wakil Bupati Lebak, H. Amir Hamzah, dalam wawancaranya menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum untuk mengingatkan kembali peran historis santri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, seorang santri sejati harus menjadi nasionalis sekaligus religius. Dua hal itu tidak bisa dipisahkan.

“Dengan adanya Hari Santri ini sambil mengingatkan tentang perannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya sampaikan tadi bahwa jadi seorang nasionalis sekaligus religius,” ujar Wabup Amir Hamzah.

Wabup juga memberikan motivasi khusus agar para santri di Lebak termotivasi membangun bangsa dan daerahnya.

“Anak-anak itu minimal termotivasilah untuk ikut membangun negaranya, membersihkan diri menjadi Indonesia Emas karena mereka tulang punggung Indonesia Emas ini,” tegasnya.

Ia pun menitipkan 5 pesan penting untuk seluruh santri di Kabupaten Lebak:

  1. Cintai Allah SWT
  2. Cintai keluarga, ibu bapak dan keluarganya
  3. Cintai Ulama dan Ustadz
  4. Cintai Ilmu
  5. Mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia

Yang paling ditunggu, Wabup Amir Hamzah mengumumkan kabar gembira di sela-sela peringatan Hari Santri.

Pemkab Lebak akan menyalurkan beasiswa sebesar Rp 1 Miliar untuk 100 orang santri tidak mampu yang ada di Lebak.

“Kita akan salurkan November, Desember, satu miliar buat seratus orang santri. Mereka dipilih berdasarkan harus masuk keluarga tidak mampu,” ungkap Wabup.

Ia memastikan program beasiswa ini bukan hanya tahun ini saja, tetapi akan terus berkelanjutan setiap tahun dengan jumlah minimal sama.

“Tahun ini mulai, tahun depan ada minimal sama lah,” katanya.

Menanggapi maraknya persoalan yang terjadi di lingkungan pesantren, Wabup juga berpesan agar pondok pesantren di Lebak memperkuat pendekatan psikologis, serta memperbanyak pelajaran fikih dan akhlak untuk mendidik santri secara utuh, tidak hanya soal agama tetapi juga mental dan karakter.

Kegiatan Hari Santri di Alun-alun Rangkasbitung sendiri dilanjutkan dengan lomba-lomba antar santri dan Istighosah bersama pada sore harinya.

M.Ubik

Artikel lainnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terkait