Bandung – Sebanyak 20 jiwa dari 10 rumah terdampak bencana tanah longsor di Kampung Bojongloa Pojok, Desa Kutawaringin, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung diungsikan sementara waktu ke rumah kerabat terdekat.
Pemerintah Kecamatan Kutawaringin memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama penanganan darurat pascainsiden jebolnya benteng irigasi pada Rabu (9/9/2026) dini hari tersebut.
Camat Kutawaringin, Mamet Slamet mengatakan, imbas pergerakan tanah di pemukiman lereng tersebut menyebabkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan amat parah, bahkan satu bangunan permanen dilaporkan terdorong hingga belasan meter.
“Jumlah jiwa yang terdampak adalah 20 jiwa. Yang terutama yang rusak berat itu sekarang mengungsi ke saudaranya. Yang terdampak ada 10 rumah lah, tapi yang rusak berat itu ada dua. Malah yang satu rumah permanen itu sampai bergeser sekitar 10 meter, yang satu lagi jebol,” kata Mamet saat dikonfirmasi, Rabu.
Mamet menyampaikan, musibah ini dipicu perubahan cuaca ekstrem dari musim kemarau panjang ke musim penghujan. Krakatau Berevolusi, Indonesia Kapan? Artikel Kompas.id Keretakan struktur tanah yang kering mendadak tak mampu menahan gempuran debit air irigasi saat hujan deras mengguyur.
“Ya, awalnya karena hujan deras ya semalam. Ini kan karena kemarau panjang, mungkin ada retakan-retakan, akhirnya jebol irigasi itu. Dan menimpa beberapa rumah warga. Ada yang rusak berat, ada dua yang rusak berat, dan masuk juga ke rumah-rumah warga,” ucap dia.
Mengingat wilayah Kutawaringin memiliki kontur perbukitan dan tebing curam, Mamet mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, khususnya di masa peralihan musim seperti saat ini. “Kita mengimbau khusus warga untuk menjaga keamanan, terutama pada saat menginjak musim hujan dari musim kemarau. Karena memang sering terjadi longsoran terutama di selokan atau di sungai-sungai. Karena awalnya kan kering, nah sekarang airnya besar, akhirnya ada retakan, jebol,” kata Mamet.
Untuk penanganan teknis di lapangan, pihak Kecamatan Kutawaringin bergerak cepat membangun koordinasi dengan instansi lintas sektor, mulai dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat hingga BPBD dan Disperkimtan Kabupaten Bandung.
“Untuk penanganan, saya sudah berkoordinasi karena sungai ini kewenangan dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat. Tadi sudah datang langsung melakukan asesmen untuk penanganan selanjutnya. Itu rencananya akan dipasang bronjong dulu, kemudian akan menerjunkan alat berat untuk penanganan irigasi itu,” ujar Mamet.
Ia menambahkan, penanganan bagi para pengungsi serta percepatan pemulihan pemukiman warga akan terus disiagakan bersama dinas terkait di lingkungan Pemkab Bandung. Baca juga: Tepi Sungai Longsor di Tangsel, Pembangunan Turap dan Bronjong di 3 Titik Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan
“Iya, dan kita begitu juga berkoordinasi dengan BPBD dan Disperkimtan Kabupaten Bandung,” pungkasnya. Hujan deras yang terjadi Selasa malam membuat tanggul irigasi jebol dan menyebabkan bencana tanah longsor di Kampung Bojongloa Pojok, RT 01 RW 17, Desa Kutawaringin, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB tersebut mengakibatkan 10 rumah terdampak, dua rumah mengalami rusak berat dan satu mengalami rusak ringan.
