Categories Sosial

Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Keluarga Fotografer ANTARA Dikunjungi Diskominfo dan KWRI Banten

LEBAK, CNO— Duka masih menyelimuti keluarga M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto LKBN ANTARA yang hilang bersama tujuh orang lainnya saat bertugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sebagai bentuk empati, keluarga besar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Provinsi Banten bersama DPD Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Banten mengunjungi kediaman orang tua Bagus, Mansur, di kawasan Komdik, Rangkasbitung, Lebak, Minggu (20/9/2026).

Kunjungan itu dilakukan setelah Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian 10 hari terhadap rombongan tersebut.

Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Banten, Subhan, yang mewakili Kepala Diskominfo Beni Ismail, menyampaikan belasungkawa.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga keluarga diberi ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.

Ketua DPD KWRI Banten, H. Edi Murpik, didampingi Ketua DPC KWRI Lebak, Maman Wahyudin, menyebut Bagus dan rekan-rekannya adalah contoh dedikasi jurnalis.

“Mereka menunjukkan idealisme wartawan untuk hadir di tengah peristiwa. Tapi peristiwa ini menjadi pengingat, keberanian jurnalistik harus berjalan beriringan dengan keselamatan,” kata Edi yang akrab disapa Abah Kasep.

Rombongan berangkat pada Senin (7/9/2026) menggunakan kapal cepat KM Arupadhatu I. Lima wartawan di dalamnya adalah M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas).

Turut serta tiga kru kapal: Warta sebagai nakhoda, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Mereka hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menuju Anak Krakatau. Operasi SAR gabungan melibatkan Basarnas Banten dan Lampung, TNI AL, Polairud, BPBD, nelayan dan relawan, namun hingga pencarian dihentikan, kedelapan korban belum ditemukan.

Mansur, ayah Bagus yang juga wartawan senior ANTARA di Lebak, mengaku ikhlas menerima takdir.

“Bagus bergabung di ANTARA sejak 2018, jiwa petualangnya kuat. Karya fotonya banyak dimuat media nasional dan luar negeri, sering juara lomba. Saya kira dia hanya liputan di sekitar pantai, bukan mendekati erupsi. Mungkin sudah takdirnya. Saya ikhlas,” tuturnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencarian, termasuk Gubernur Banten Andra Soni, Basarnas, TNI AL, BPBD, nelayan, relawan, dan rekan-rekan wartawan.

M.ubik

Artikel lainnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *