LEBAK, CNO – Festival Murak Kadu 2026 resmi dibuka di Alun-alun Timur Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (26/9/2026). Festival durian tahunan ini bukan sekadar pesta makan durian, tapi menjadi strategi nasional membawa durian lokal Lebak ke pasar internasional.
Festival yang digelar 26 September hingga 4 Oktober 2026 ini menjadi rangkaian Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-198.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Ferdi Marbun, M.M., yang membuka acara menegaskan, Murak Kadu harus naik kelas.
“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya menikmati durian, tapi juga mengenal potensi unggulan Kabupaten Lebak,” ujar Ferdi.
Ia menjelaskan, murak kadu dalam bahasa Sunda berarti membuka dan memakan durian. Tahun ini Pemkab Lebak mengusung filosofi lebih luas: murak sagala-gala, membuka dan membagikan seluruh potensi daerah.
Ferdi menyoroti persoalan klasik durian Indonesia. Produksi tinggi, tapi hilirisasi tertinggal. Padahal pasar ekspor menuntut mutu, keamanan pangan, dan pasokan berkelanjutan.
“Yang sangat penting adalah peningkatan kapabilitas petani dengan Good Agricultural Practices. Petani tidak hanya menjual buah segar, tetapi juga dalam bentuk olahan seperti frozen,” tegasnya.
Menurutnya durian Lebak harus bertransformasi dari komoditas musiman menjadi produk berdaya saing global dengan tiga kunci: mutu baik, aman konsumsi, dan ketersediaan kontinyu.
Data Kementan mencatat ekspor durian Indonesia 2022-2025 mencapai lebih dari 2.100 ton. Pasar terbesar Malaysia 1.300 ton, disusul Hong Kong, Thailand, Singapura, dan Cina.
Kementan telah memetakan 12 komoditas hortikultura unggulan ekspor termasuk durian, manggis, bawang merah, dan nanas. Pada 2026, Kementan mengembangkan kawasan durian seluas 2.188 hektare (ekstensifikasi 1.434 ha dan intensifikasi 750 ha) dengan anggaran Rp 23 miliar di 14 provinsi dan 28 kabupaten termasuk Lebak.
Festival tahun ini menampilkan 28 varietas durian lokal Lebak, termasuk varietas unggulan Sangkanwangi. Ada juga bursa ribuan bibit durian unggulan bersama tokoh durian lokal Aa Kadu.
Tak hanya durian, pengunjung disuguhi bazar durian murah, pameran UMKM, lelang durian, pertunjukan seni budaya lokal, hingga konser musik. Panitia mendatangkan Pia eks Utopia pada 3 Oktober dan Enau pada 4 Oktober.
Tiket festival bisa diakses melalui platform TixTune.
Hadir dalam pembukaan Sekda Lebak Drs. Halson Nainggolan,M.Si., Kadis Pertanian Rahmat Yuniar, S.P.,M.Si., Ketua Kadin Lebak 2026-2031 Robby Sumantri Jayabaya, Asda III Dr. Iyan Fitriyana, petani durian, pelaku UMKM dan masyarakat.
“Potensi pertanian perlu dihubungkan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga satu kegiatan dapat memberi manfaat bagi banyak sektor sekaligus,” tutup Ferdi.
