PANDEGLANG, CNO – Wajah baru dunia pendidikan hadir di pelosok Kaduhejo. SDN Saninten 1 yang berada di Kampung Sukamanah, Desa Saninten, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, kini disulap menjadi sekolah yang megah dan modern.
Kabar ini menjadi angin segar. Pasalnya, selama bertahun-tahun sekolah tersebut dalam kondisi memprihatinkan dan sangat membutuhkan perbaikan.
Pantauan media di lokasi, Minggu (4/10/2026), deru pembangunan tampak berjalan lancar. Yang membanggakan, para pekerja yang dilibatkan adalah warga sekitar, sehingga revitalisasi ini membawa berkah ganda.
Kepala SDN Saninten 1, Ibrohim, S.Pd., tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Sebanyak 6 ruang kelas dan 1 toilet kini direvitalisasi total.
“Alhamdulillah, ini yang sudah lama kami impikan. 6 ruang kelas dan 1 toilet direvitalisasi total. Terima kasih untuk semua yang sudah peduli,” ungkap Ibrohim.
Jika dulu atapnya masih menggunakan genteng tanah Jatiwangi yang bocor dan rapuh, kini telah berganti genteng metal yang kokoh.
Kuda-kuda kayu yang lapuk dimakan rayap, kini diganti baja ringan. Lantai yang dulu hanya plester semen, kini sudah full keramik mengkilap. Kusen dan pintu kayu yang keropos, kini diganti aluminium modern yang tahan lama.
“Ini bukan rehab biasa, ini perubahan total. Dari atap, plafon, lantai, kusen, jendela, semuanya baru. Lebih kokoh, rapi, dan modern,” tegasnya.
Ibrohim berharap, dengan bangunan baru ini, semangat belajar siswa semakin meningkat dan konsep Sekolah Ramah Anak benar-benar terwujud.
“Kalau sekolahnya nyaman, indah, dan bersih, anak-anak pasti betah. Guru juga nyaman mengajar. Inilah cita-cita kami,” ujarnya.
Di akhir wawancara, Ibrohim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak yang telah memperjuangkan aspirasi sekolahnya.
“Terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang atas rekomendasinya. Terima kasih khusus kepada Partai Gerindra dan Bapak Dewan Fikri Febriansyah yang tulus memperjuangkan aspirasi kami. Berkat perjuangan beliau, impian ratusan siswa di sini akhirnya menjadi kenyataan,” pungkasnya.
M.Ubik
