SERANG,CNO – Niat hati ingin pulang ke cikarang,seorang calon penumpang bus justru menjadi korban penusukan.
Peristiwa berdarah itu terjadi di depan Indomaret Sari Asih, Kota Serang, pada Selasa (06/10) sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Pelaku diduga adalah oknum kernet bus. Beruntung, aksi brutal itu tak berlangsung lama. Tim Sat PJR Ditlantas Polda Banten yang sedang patroli langsung bertindak cepat.
Dua pelaku berinisial AS (28) dan IS (29) berhasil diringkus di depan Gerbang Tol Serang Timur.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea membeberkan kronologinya.
Semua bermula saat korban bersama istrinya hendak naik bus jurusan Bandung untuk melanjutkan perjalanan ke Cikarang, Jawa Barat.
Saat itu, terjadi cekcok antara istri korban dengan kernet bus. Kernet meminta keduanya segera naik.
Korban yang tak terima istrinya dibentak, kemudian menegur kernet tersebut.
“Perselisihan selanjutnya berkembang hingga terjadi pengeroyokan dan penusukan terhadap korban,” jelas Maruli, Rabu (07/10).
Kejadian itu terungkap saat Aipda Deri dan Bripda Agus Munandar dari Sat PJR sedang patroli rutin di jalur arteri Pakupatan – Serang Timur.
Warga tiba-tiba menghentikan mobil patroli dan meminta pertolongan. Mendapat informasi ada penusukan, petugas bersama korban langsung mengejar bus tersebut.
Bus Asli Prima yang membawa pelaku akhirnya berhasil dihentikan di entrance Tol Serang Timur.
“Dua pelaku yang diduga terlibat berhasil kami amankan,” kata Maruli.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti:
- 1 buah kemeja biru milik korban (berlumuran darah)
- 1 buah gunting yang diduga digunakan untuk menusuk
- 1 buah KTP pengemudi bus
- 1 buah STNK bus
Korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Banten untuk penanganan medis.
Sementara kedua pelaku kini telah diserahkan ke Satreskrim Polresta Serang Kota untuk diproses hukum lebih lanjut.
Polda Banten pun mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri.
“Jika ada gangguan keamanan, segera hubungi Call Center 110. Selesaikan masalah dengan kepala dingin,” tutup Kombes Maruli.
Sumber : Bidhumas
Rapik
