Akademisi STISIP Banten Raya Soroti Kebakaran Banjarsari: Fokus ke Pencegahan dan Mitigasi

Lebak – Kebakaran yang melanda Kampung Keusik 3, Desa Keusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, mendapat sorotan dari kalangan akademisi.

Mohamad Iyos Rosyid,S.KPm M.AP atau akrab disapa Bung Yos, akademisi dari STISIP Banten Raya, menilai peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pencegahan, bukan hanya penanganan setelah kejadian.

Menurut Bung Yos, tingginya risiko kebakaran di musim kemarau panjang saat ini menuntut adanya kesiapsiagaan dari semua pihak.

“Persoalan kebakaran bukan hanya persoalan ketika api sudah muncul. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun sistem pencegahan atau mitigasi dan kesiapsiagaan sejak awal,” ujar Bung Yos pada Rabu, (9/09/2026).

Bung Yos menyoroti dua video yang viral di media sosial. Video pertama berdurasi 9 detik menunjukkan adanya limbah triplek yang dibuang di kebun pinggir jalan.

Sementara video kedua berdurasi 1 menit 56 detik berisi pernyataan warga yang menduga api sengaja dinyalakan oleh oknum menggunakan motor.

“Peran penegak hukum di wilayah Kecamatan Banjarsari sangat penting untuk mengetahui apakah kejadian ini disengaja ataukah tidak, biar proses hukum juga berjalan dengan maksimal,” tegasnya.

Bung Yos merinci beberapa langkah yang perlu segera dilakukan pemerintah daerah:

  1. Pemetaan Wilayah Rawan: Pemerintah desa dan kecamatan perlu memetakan titik-titik yang berpotensi rawan kebakaran.
  2. Edukasi Masyarakat: Sosialisasi penggunaan instalasi listrik aman, penanganan peralatan rumah tangga, dan bahaya membuang sumber api sembarangan.
  3. Sistem Informasi Cepat: Masyarakat harus tahu kemana harus melapor dan bagaimana melakukan evakuasi saat terjadi kebakaran.

“Kecepatan informasi sangat penting. Jangan sampai masyarakat bingung harus menghubungi siapa. Sistem komunikasi dan koordinasi harus jelas,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya simulasi evakuasi, penyediaan sarana pendukung, dan peningkatan kapasitas relawan di Banjarsari.

Di akhir pernyataannya, Bung Yos mengajak masyarakat menjadi bagian dari solusi.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus menjadi bagian dari sistem pencegahan. Kalau kesadaran, koordinasi dan kesiapsiagaan dibangun bersama, risiko kebakaran dapat ditekan,” pungkasnya.

Peristiwa kebakaran di Banjarsari diharapkan menjadi pengingat agar keselamatan warga menjadi prioritas utama melalui mitigasi bencana yang kuat di tingkat masyarakat.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *