CILEGON, CNO — Polda Banten melalui Ditpolairud telah memeriksa sejumlah barang yang ditemukan kapal KN SAR 247 Tetuka di perairan Selat Sunda, sebelah timur Pulau Rakata, Sabtu (12/09/2026).
Barang bukti yang diamankan terdiri dari satu helm plastik warna merah, satu jeriken plastik biru tutup hitam, dan dua life jacket warna oranye.
Life Jacket Bertuliskan MILLES.II Bukan Milik Korban
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, barang temuan itu langsung diserahterimakan untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan dengan data kapal KM Arupadhatu 1.
Baca juga: Padepokan Tapak Banten Hadiri Keceran Akbar Pencasilat se-Banten di Lebak
Berdasarkan hasil konfirmasi dengan pemilik kapal, dua life jacket oranye bertuliskan “MILLES.II” dipastikan bukan milik KM Arupadhatu 1.
“Life jacket yang tersedia di kapal KM Arupadhatu 1 berwarna merah, kuning, dan ungu. Tidak ada yang berwarna oranye dan tidak ada tulisan MILLES.II,” ujar Maruli di Cilegon, Minggu (13/09/2026).
Untuk jeriken biru, hasil pemeriksaan menunjukkan isinya mengeluarkan aroma minyak sayur. Padahal KM Arupadhatu 1 menggunakan bahan bakar Pertamax.
Selain itu ada perbedaan fisik yang mencolok.
“Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, kapasitas 30 liter, bentuk pendek, tutup putih polos. Sementara jeriken temuan berwarna biru tua, kapasitas 35 liter, bentuk panjang, tutup hitam dan ada tulisan,” jelas Maruli.
Satu buah helm plastik warna merah juga dipastikan bukan milik KM Arupadhatu 1. Pasalnya kapal tersebut tidak menyediakan maupun memiliki helm jenis tersebut.
Di akhir keterangannya, Kombes Maruli mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait proses pencarian 5 jurnalis dan 3 awak speedboat.
Baca juga: JAMBAKK Banten Soroti Dugaan Upaya Sistematis Melemahkan Fungsi Kontrol Wartawan dan LSM
“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan kami sampaikan melalui sumber informasi resmi,” tutupnya.
Diketahui, 5 jurnalis dan 3 awak speedboat hilang kontak saat melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau. Hingga Minggu, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian di area sekitar Pulau Rakata dan Pulau Sertung.
Sumber: Budhumas

