LEBAK, CNO – Rangkaian tradisi Seren Taun Adat Kasepuhan Guradog di Desa Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten, memasuki puncaknya pada Kamis, 17 September 2026.
Ribuan warga adat tumpah ruah mengikuti prosesi sakral yang menjadi agenda penting dalam kalender adat Kasepuhan Guradog.
Pada puncak acara, warga secara bersama-sama melakukan ziarah ke makam para pendahulu atau leluhur. Prosesi ini diyakini memiliki nilai sakral dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah berdirinya Kasepuhan Guradog.
Suasana khidmat begitu terasa. Warga berjalan beriringan dengan tetap menjaga tata cara dan pakem adat yang telah diwariskan turun-temurun dari leluhur.
Pemangku Adat Kasepuhan Guradog, Abah Haji Rahmat, menegaskan bahwa puncak Seren Taun wajib dilaksanakan oleh seluruh keturunan warga adat.
“Puncak Seren Taun ini harus dilakukan oleh keturunan warga adat Kasepuhan Guradog. Ini bukan sekadar tradisi, tapi bentuk penghormatan kita kepada para pendahulu yang telah mewariskan adat dan budaya,” ujar Abah Haji Rahmat.
Menurutnya, Seren Taun bukan hanya ritual tahunan, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
Antusiasme ribuan warga yang hadir menjadi bukti bahwa tradisi leluhur masih hidup dan memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Kasepuhan Guradog.
Lebih dari itu, Seren Taun juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, tata nilai, dan jati diri sebagai masyarakat adat.
Dengan terlaksananya puncak Seren Taun 2026, masyarakat Kasepuhan Guradog kembali meneguhkan komitmen untuk terus menjaga warisan leluhur dan mewariskannya kepada generasi mendatang tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur adat.
Oleh:M.Ubik
