LEBAK, CNO – Momentum Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan puluhan mahasiswa PMII STAI Nurul Huda Malingping untuk turun ke jalan. Aksi digelar di pertigaan Pasar Malingping, Kamis 29 Oktober 2026.
Mengusung tema Aksi Nyata Buat Masyarakat, massa mengenakan almamater PMII sebagai simbol keresahan warga Lebak Selatan.
Empat tuntutan disuarakan dalam aksi tersebut.
Pertama, soal Batching Plant PT Rizki Bangun Beton di Simpang Bayah, Desa Karangkamulyan, Cihara. Korlap Ikhsan atau Boim mendesak DLH Lebak cek ulang izin perusahaan. Massa menilai lokasi perusahaan melanggar aturan sempadan pantai 100 meter dan menimbulkan polusi debu.
Kedua, kinerja Polsek Malingping. Massa menyoroti maraknya peredaran obat terlarang dan meminta Polres Lebak audit internal Polsek.
Ketiga, minimnya lampu jalan di ruas Malingping – Gunung Kencana. Ketua Rayon Iwan Padigma meminta Dishub Banten segera pasang PJU.
Keempat, ketimpangan infrastruktur jalan di Lebak Selatan. Ketua Komisariat Eka Yudi Permana mendesak Pemkab Lebak anggarkan pembangunan jalan poros kabupaten.
Jika tuntutan ini tidak direspons, PMII mengancam akan menggelar aksi jilid dua dengan massa lebih besar.
Aksi berjalan kondusif dengan pengamanan polisi dan bubar tertib.
Tim Red
